Wednesday, January 6, 2016

Budidaya Ulat Hongkong

worm

Mau ternak ulat hongkong cara praktis?


Bagaimanapun, ulat hongkong atau mealworm sangat bermanfaat bagi burung kicauan dan juga hewan peliharaan lainnya. Pakan alami ini mengandung banyak protein dan kalori yang dibutuhkan burung. Cara penyajiannya juga bervariasi, ada yang diberikan ketika ulat masih berwarna putih, sedang ganti kulit, atau diberikan dalam bentuk ulat hongkong kering. Masih prospektifkah beternak ulat hongkong? Jawaban Om Kicau, sepanjang hobi burung kicauan masih lestari di Indonesia, beternak ulat hongkong tetap memiliki prospek cerah.



Anda bisa menentukan sendiri, apakah hasil dari beternak ulat hongkong (UH) hanya untuk memenuhi kebutuhan burung-burung piaraan di rumah dan / atau burung-burung dalam kandang penangkaran, atau ingin sebagian / semua hasil budidaya UH dijual ke konsumen.
Dalam artikel ini, Om Kicau sengaja memberikan materi budidaya untuk skala kecil. Kalau sudah menguasai skala kecil, pasti skala sedang maupun skala besar mudah dilakukan. Jadi, intinya menguasai dan mempraktikkan hal-hal yang mendasar dulu.
Sebelum memulai beterbak, sebaiknya persiapkan beberapa bahan yang akan digunakan. Misalnya wadah tempat menyimpan ulat. Wadah ulat ini bisa menggunakan kontainer plastik, baik yang single maupun yang bersusun seperti laci.
KONTAINER PLASTIK YANG DIGUNAKAN UNTUK TERNAK UH
Kontainer / wadah plastik untuk beternak ulat hongkong.
Berikutnya, siapkan dedak atau bekatul yang menjadi media untuk berkembang biak dan bertelur bagi ulat hongkong tersebut. Dedak sekaligus berfungsi untuk mempertahankan kondisi kelembaban sehingga ulat hongkong tidak mudah mati.
Ulat hongkong yang akan diternakkan sebaiknya dipilih yang dewasa, dengan jumlah tergantung ukuran wadah atau kontainer plastik. Boleh juga menggunakan ulat hongkong yang sudah berubah menjadi kumbang (berwarna hitam).

Ulat hongkong dewasa sebagai materi awal beternak.
Ulat hongkong dewasa sebagai materi awal beternak.

Tenebrio molitor atau kumbang dari ulat hongkong.
Terakhir adalah mempersiapkan pakan untuk ulat-ulat ini. Ulat hongkong adalah larva yang memakan apa saja. Tetapi untuk tujuan ternak, dan menjaga agar ruangan tempat ia ditangkarkan tidak mudah berjamur, pakan yang diberikan dapat berupa sepotong roti, potongan kentang, atau potongan buah-buahan (terutama apel).
Setelah semua bahan sudah tersedia, sekarang kita berlanjut ke beberapa tahap berikut ini :
TAHAP PERTAMA 
Masukkan dedak atau bekatul ke dalam wadah atau kontainer plastik, kemudian ratakan pada bagian dasarnya dengan tinggi / tebal lapisan sekitar 1/4 dari ketinggian wadah yang digunakan. Setelah itu, masukkan ulat-ulat yang akan dikembangbiakan. Jadi, dalam penjelasan ini, kita memulainya dari ulat hongkong dewasa, bukan langsung berupa kumbang.
Tenebrio molitor, atau kumbang dari ulat hongkong.
Proses berkembang biak ulat menjadi kumbang membutuhkan waktu lama, dan butuh kesabaran untuk diperoleh hasil optimal. Karena itu, banyak juga yang memulai breeding dengan memasukkan UH yang telah berubah menjadi kumbang agar prosesnya lebih cepat.
Pakan yang diberikan bisa berupa potongan kentang atau potongan buah apel, meski UH bisa menyantap makanan apa saja. Pemberian apel dan kentang dimaksudkan untuk mencegah timbulnya jamur akibat bahan pakan terlalu banyak mengandung air (misalnya sayuran).

Kentang dan apel bisa diberikan sebagai pakan ulat hongkong.
Selanjutnya, wadah / kontainer plastik bisa disimpan ditempat yang gelap dan hangat. Jangan lupa melakukan kontrol setiap hari, terutama untuk memeriksa ketersediaan pakan, sekaligus membersihkan sampah bekas makanan atau bekas kulit dari ulat hongkong.

TAHAP KEDUA
KENTANG DAN APEL BISA DIBERIKAN SEBAGAI MAKANANNYA
Setelah disimpan beberapa bulan (sekitar 90 hari), ulat-ulat akan berubah menjadi kepompong. Anda bisa tetap memelihara kepompong dalam wadah yang sama, bisa juga memindahkannya ke wadah / kontainer lain. Maksud pemindahan ini untuk menghindari ulat hongkong yang belum berubah jadi kepompong, karena UH terkadang akan memakan teman-temannya yang sudah jadi kepompong, terutama jika mereka kekurangan pakan. Jadi, jika tetap menggunakan wadah yang sama, pemberian pakan harus ditingkatkan jika.
Ulat hongkong yang sudah berubah menjadi kepompong.

Jika ingin memelihara kepompong dalam wadah / kontainer plastik yang baru, media yang digunakan tetap sama, yaitu dedak / bekatul, dengan ketebalan secukupnya (tipis saja). Dalam ke wadah / kontainer baru, tugas Anda cukup menunggu saja, karena kepompong tidak membutuhkan makanan apapun.
TAHAP KETIGA 
Sekitar 10 hari kemudian, kepompong akan menunjukkan perubahan bentuk fisiknya menjadi serangga berwarna putih, yang sebenarnya merupakan calon kumbang. Dari hari ke hari, warna putih ini akan berubah menjadi cokelat. Silakan dikontrol terus sampai warna serangga menjadi hitam, dan itulah yang disebut kumbang (Tenebrio molitor).
Jika sudah menjadi kumbang, Anda bisa memberikan pakan berupa potongan buah-buahan atau potongan roti.

Kepompong yang berubah menjadi kumbang hitam.KEPOMPONG YANG BERUBAH MENJADI KUMBANG HITAM
Pindahkan kumbang-kumbang ke wadah lain, yang sudah diisi dengan media dedak / bekatul. Perbandingannya, takaran 4 gelas berisi kumbang memerlukan dedak sebanyak 2 kg. Dalam wadah inilah, kumbang akan memulai proses reproduksinya, seperti kawin dan bertelur.
Jika sudah bertelur, tunggu sampai 10 hari, kemudian dilakukan pengayakan terhadap telur-telurnya. Saat mengayak, yang ikut terayak adalah telur dan dedak, namun kumbang tidak ikut terayak. Telur dan dedak dikembalikan ke wadah semula. Adapun kumbang dipindah ke wadah lain, dengan media dedak dan rasio yang sama seperti penjelasan sebelumnya (4 gelas kumbang membutuhkan 2 kg dedak).
Dalam wadah baru, kumbang akan bertelur kembali selama 10 hari. Silakan diayak kembali telur dan dedaknya, sedangkan para kumbang dipindah ke wadah baru. Demikian seterusnya, sampai kumbang sudah tidak bertelur lagi. Tanda kumbang sudah tak bertelur lagi adalah mati dengan sendirinya.
ULAT SIAP DIPANEN UNTUK DIPASARKAN ATAU DIKONSUMSI UNTUK BURUNG PELIHARAANBagaimana dengan telur-telur yang dipertahankan dalam wadah plastik? Mereka akan menetas menjadi larva, yang tidak lain adalah ulat hongkong. Sejak menetas, pakan yang diberikan kembali ke tahap pertama (potongan apel dan kentang). Biarkan sampai umur 50 hari. Saat itulah, ulat hongkong siap dipanen, untuk dipasarkan, atau digunakan sendiri, atau dijadikan lagi sebagai materi dalam beternak UH.
UH umur 50 hari siap panen untuk dijual atau diberikan kepada burung di rumah.



Sekarang kita lihat bagaimana siklus hidup ulat hongkong dalam berbagai bentuknya:
SIKLUS ULAT HONGKONG YANG BERLANGSUNG SELAMA 6 BULAN
Siklus hidup ulat hongkong umumnya berlangsung selama 6 bulan.
Dari penjelasan di atas, sebenarnya tenaga yang dicurahkan untuk beternak ulat hongkong relatif sedikit. Tugas kita hanya sekadar rajin memonitor perkembangannya, dan tentu saja harus sabar menunggu tahapan demi tahapan.
Semoga bermanfaat.

Semoga Bermanfaat

Budidaya cacing


Cara Termudah Budidaya Cacing Tanah Sebagai Peluang Usaha Menjanjikan

cara ternak/budidaya cacing tanah
Cara budidaya atau ternak cacing tanah tidaklah sulit dan juga tidak memerlukan biaya yang sangat tinggi,tentunya bagi anda yang jeli dapat memafaatkan hal ini sebagai Peluang usaha sampingan Rumahan yang menjanjikan.Meskipun kelihatannya menjijikan namun jika anda dapat menekuni usaha sampingan ini dengan benar tentunya akan menambah pemasukan buat anda.
Cacing tanah merupakan bahan pakan alternatif bagi ternak unggas dan ikan. Cacing tanah mengandung nilai gizi yang sangat tinggi. Antara lain, protein 64-76, lemak 7-10 %, energi 900-4100 kal, serta mineral, air, dan asam amino paling lengkap. Penggunaan cacing tanah menjadi pakan ternak unggas dan ikan dapat dilakukan dalam bentuk segar maupun tepung.

Agar ketersediaan dan kebutuhan cacing tanah terpenuhi, seorang peternak bisa membudidayakannya sendiri. Caranya: pertama, membuat kotak pemeliharaan dengan ukuran sesuai kapasitas yang diinginkan. Kotak pemeliharaan ini bisa dibuat dari kayu, plastik atau kaca.
Setelah itu, siapkan media hidup bagi cacing tanah.

    Bahan yang dipakai untuBudidaya Cacing Tanah adalah campuran kompos dengan beberapa bahan organik (limbah pertanian, limbah pasar). Masukkan bahan-bahan tersebut hingga mencapai ketinggian 15 cm. Masukkan juga air secukupnya agar media hidup cacing tanah ini basah dan gembur. Aduk semua bahan tersebut sampai tercampur merata, agar terjadi proses fermentasi.Setelah empat minggu, campurkan kotoran hewan ke dalamnya dengan perbandingan 70% media hidup dan 30% kotoran hewan. Kapur bisa ditambahkan sebanyak 1% dari media hidup untuk mendapatkan pH netral. Media sudah dianggap cocok apabila pH nya mencapai 6,0 – 7,2 ; tingkat kelembaban 15 – 30 % dan suhu antara 15 – 25Âșc.Kemudian masukkan cacing tanah ke dalamnya. Cacing yang dimasukkan seberat media hidup yang telah disediakan. Bila medianya mencapai 2 kg, maka cacing yang dimasukkan ke dalamnya juga 2kg.Untuk menghindari kekeringan, permukaan media dilapisi plastik, karung, atau bahan lain yang tidak tembus cahaya. Agar bisa hidup dan berkembang dengan baik, setiap hari cacing harus mendapat suplai makanan yang dibutuhkan. Makanan tersebut berupa kotoran hewan, baik kotoran sapi, kambing atau ayam. Banyaknya makanan yang dibutuhkan adalah seberat cacing yang dimasukkan ke dalam kotak pemeliharaan. Jika berat cacing mencapai 2 kg, maka pakan yang diberikan juga 2 kg.
Sebelum dimasukkan ke dalam kotak pemeliharaan, pakan cacing harus dijadikan bubuk atau bubur. Untuk bubur, perbandingan air dengan pakan adalah 1:1, setelah dicapur, bahan itu diaduk hingga rata. Bubur pakan ditaburkan secara merata di atas 1/3 bagian permukaan media hidup cacing tanah.
  • Hama dan Cara Panen cacing tanah
Selama proses pengembang biakan, terdapat beberapa hama dan musuh cacing tanah yang harus diwaspadai. Antara lain: semut, kumbang, burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah, dan kutu. Untuk itu, lubang tempat pemeliharaan harus selalu tertutup. Bahan yang baik digunakan sebagai penutup adalah kawat kasa. Karena kawat kasa juga menjamin berlangsungnya proses pergantian udara tetap berjalan dengan baik. Selain itu, untuk mencegah serangan semut, di sekitar kotak pemeliharaan diberi air secukupnya (dirambang).
Setelah 2,5 – 3 bulan, cacing sudah mulai bisa dipanen. Ditandai banyaknya kascing (kotoran cacing) dan kokon (kumpulan telur cacing)(. Sebagian cacing dewasa hendaknya disisakan untuk digunakan menjadi bibit.
Panen cacing dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah menggunakan alat penerangan seperti petromaks, lampu neon atau bohlam. Cahaya yang dihasilkan oleh lampu mengundang cacing untuk berkumpul di bagian atas media. Setelah itu, cacing tinggal diambil dan dipisahkan dari medianya. Cara lain adalah membalikkan kotak pemeliharaan, dan memisahkannya dari media hidup cacing.
Setelah cacing dipanen, sebagian cacing dewasa dan kokon (telur cacing) masing-masing dimasukkan ke dalam media hidup yang baru secara terpisah. Telur-telur cacing tanah ini akan segera menetas dalam tempo 14-21 hari. Setelah itu, pemeliharaan dilakukan seperti awal budidaya.
Selain cacing, budidaya cacing tanah juga menghasilkan kascing, yang berbentuk butiran, berserat dan berwarna kehitaman. Umumnya kascing ini berada di permukaan sekitar sarang. Kascing mengandung mikro organisma, mineral anorganik dan bahan organik yang bermanfaat bagi tanaman. Kascing ini bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Keunggulan pupuk kascing antara lain, mampu menetralisir kelebihan zat asam dalam tanah, menjadikan tanah lebih gembur dan tidak cepat padat.

Budidaya Jangkrik

Geluti Bisnis Jangkrik Bisa Kantongi Ratusan Juta/Bulan

Mungkin bisnis ini bisa dibilang sepele dan tidak masuk akal. Namun, dari bisnis inilah ratusan juta rupiah mampu diraup.
Adalah Ahmad Anwari dan teman-temannya warga Jalan Barokah, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara ini lebih memilih bisnis budidaya hewan jangkrik. Budidaya hewan jangkrik merupakan budidaya berbiaya murah serta mudah dalam pemeliharaannya. Tak ketinggalan, keuntungannya jauh lebih menjanjikan.
Ahmad Anwari, telah menjadi peternak jangkrik sejak 2012 dan menggeluti profesinya. Bukan hanya Ahmad Anwari, sekitar 20 orang warga lainnya yang tinggal di Jalan Barokah, RT 01/RW 16 Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara juga ikut membudidayakan hewan tersebut.


Budidaya Jangkrik, Pangsa Pasar yang Menggiurkan
 
Rojinsyah (Iin) tertarik membudidayakan jangkrik karena harganya yang terbilang tinggi, yakni berkisar Rp 50 ribu per kilogram (kg) untuk harga normal. Selain itu, membudidayakannya yang terbilang mudah serta banyak peminatnya juga menjadi alasan yang utama untuk mengembangkan bisnis tersebut.
Ia dan isterinya membudidayakan jangkrik di halaman depan rumah mereka di Jalan Kawat I Lingkungan 15 Tanjung Mulia Medan Deli.
Rojiansyah mengungkapkan, sudah 3 tahun membudidayakan jangkrik warna kuning. Awalnya, ia diajak abang kandungnya untuk bekerjasama. Namun, malah ia yang meneruskan budidaya tersebut, sementara abangnya tidak berhasil.

Iin mengaku, awalnya memelihara indukan sebanyak 3 kg atau berkisar ribuan ekor, dengan modal awal sebesar Rp 500 ribu. "Karena sudah banyak yang terjual, saat ini jangkrik punya saya tinggal 500 an ekor dan untuk saat ini semuanya saya jadikan indukan," katanya kepada MedanBisnis saat ditemui di rumahnya, Minggu (18/1).

Ia mengaku selama ini menjual jangkrik dengan harga Rp 50 ribu per kg. Namun,
ia juga pernah menjual dengan harga rendah berkisar Rp 40 ribu per kg. "Harga terendah ini jika sedang mengalami musim panen, yakni para pembudidaya jangkrik juga secara serentak menjual di pasaran. Tetapi, saya juga pernah menjual dengan harga tertinggi disaat jangkrik tidak musim, bisa mencapai Rp 75 ribu per kilogram," ucapnya.

Menurut Iin, pemintaan jangkrik ini cukup tinggi, karena bisa digunakan sebagai pakan burung, terutama burung yang sering mengikuti kontes. Selain jangkrik disukai burung, juga dapat membuat suara kicauan burung semakin merdu dan melengking tinggi. "Begitu kata para penyuka jenis burung kontes yang saya dengar," tuturnya.

Tetapi, lanjut Iin, penjualan jangkriknya hanya melalui agen yang tinggal di kawasan rumahnya yakni, di Tanjung Mulia Medan Deli. "Si agen inilah yang kemudian mengirim jangkrik saya ini ke wilayah Medan, Aceh, Padang Sidempuan dan Sibolga. Karena agen inilah yang membuka pangsa pasar untuk saya, makanya saya menjualnya melalui agen itu," ujarnya.

Untuk usaha jangkrik ini kata Iin, memang harus memiliki pangsa pasar sendiri karena di wilayah Tanjung Mulia Medan sudah banyak yang membudidayakannya. Bahkan, budidaya terbesar saja dengan jumlah ratusan kotak juga tempat tinggal dan usahanya tak jauh dari rumah saya, jadi harus bersainglah.

Dikatakannya, peminat juga memiliki penilaian tersendiri terhadap jangkrik. Jangkrik ini memiliki 3 jenis warna yakni, warna hitam, cokelat dan kuning. "Tapi saya lebih tertarik memelihara jangkrik dengan warna kuning karena langganan saya menyukai warna jenis ini," ujarnya.

Disinggung mengenai cara membudidayakannya. Iin bercerita, tidak begitu sulit, tetapi jangkrik lebih cepat berkembang biak pada musim penghujan. Jika memasuki musim kemarau jangkrik malah sering mati, karena itu harus benar-benar fokus mengurusnya.

Untuk indukan jangkrik pada usia 35 hari sudah mulai besar dan masa 40 hari sudah mulai bersayap. Kemudian, di usia 45 hari adalah masa bertelur. Karena itu, di usia ini harus sudah disediakan pasir di dalam suatu wadah, untuk tempat telur-telurnya.

Setelah bertelur di atas pasir tersebut, kemudian diayak untuk memisahkan antara telur dan pasir. Dalam satu wadah pasir bisa menghasilkan 1 ons atau sebanyak ribuan telur dari 3 kilogram indukan jangkrik. Setelah itu barulah disemai. Pada usia 10 hari telur-telur itupun menetas, setelah bisa dimasukkan ke dalam kotak atau sarang.

Pembenihan Ikan Cupang

Cara Ampuh Pembenihan Ikan Cupan

 
 
ikan cupang serit putih
Cara Ampuh Pembenihan Ikan Cupang Menghasilkan Ikan cupang merupakan salah satu ikan hias yang banyak di gemari baik dari kalangan anak-anak bahkan remaja dan dewasa. selain bentuknya yang kecil ikan ini juga mempunyai aneka ragam warna yang indah dan cerah.
Ikan cupang merupakan ikan daerah tropis, penyebarannya melingkupi wilayah Asia Tenggara, Pasific hingga ke Afrika. Di alam bebas ikan ini hidup berkelompok, banyak ditemukan di rawa, danau, dan sungai yang arusnya tenang. Ikan cupang menyukai perairan dangkal yang dinaungi tumbuhan air. Makanan ikan cupang adalah kutu air, jentik nyamuk, dan cacing serabut.
Ikan cupang sanggup hidup dalam lingkungan air yang kotor dan minim oksigen. Ikan ini bisa dipelihara dalam toples kecil sekalipun tanpa adanya aerator. Kemampuan ini didapat karena ikan cupang memiliki rongga labirin seperti pada paru-paru manusia. Labirin tersebut bisa membuatnya sanggup bertahan pada lingkungan miskin oksigen.

Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.

Ciri ikan jantan untuk dipijahkan:

  • Umur ± 7 bulan.
  • Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
  • Gerakannya agresif dan lincah.
  • Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).

Ciri-ciri ikan betina:

  • Umur telah mencapai ± 7 bulan
  • Bentuk badan membulat menandakan siap kawin.
  • Gerakannya lambat.
  • Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
  • Kondisi badan sehat.
Persiapan Pemijahan
Setelah indukan jantan dan indukan betina siap untuk memijah, sediakan tempat berupa wadah dari baskom plastik atau akuarium kecil dengan ukuran 20x20x20 cm. Siapkan juga gelas plastik untuk tempat ikan cupang betina. Selain itu, sediakan juga tumbuhan air seperti kayambang.
Dalam satu kali perkawinan, ikan cupang bisa menghasilkan hingga 1000 butir telur. Telur biasanya menetas selama kurang lebih 24 jam setelah pembuahan. Berdasarkan pengalaman para peternak, tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi. Dan dalam satu kali kawin biasanya hanya dapat dipanen 30-50 ikan cupang hidup.

ikan cupang serit
Indukan jantan bisa dikawinkan hingga 8 kali dengan interval waktu sekitar 2-3 minggu. Sedangkan indukan betina disarankan hanya dikawinkan satu kali saja. Karena pada perkawinan berikutnya akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin yang semakin didominasi anak cupang berkelamin betina.

Langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan :

  • Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.
  • Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 – 30 Cm.
  • Taruh ikan cupang jantan terlebih dahulu selama kurang lebih 1 hari.
  • Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
  • Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah pemijahan.
  • Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.
  • Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.
Perawatan Larva
  • Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
  • Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
  • Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
  • Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
  • Cara Pemijahan Ikan Cupang
    Cara Pemijahan Ikan Cupang
  • Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.

Pakan Larva 
Pakan bisa menggunakan  cacing sutra dan kuning telur yang telah direbus hingga matang, lalu ambil kuning telur itu dan bungkus dengan kain.

Kain diikat rapat pada kedua ujungnya dan celupkan ke dalam bak ikan cupang Anda. Kuning telur akan menembus pori-pori kain dan dimakan oleh si cantik anak cupang. 
Frekuensi pemberian pakannya harus dikontrol dengan ketat dan teliti. Sebab, kuning telur itu mudah membusuk dan beresiko meracuni air dan ikan. Beri pakan sekali dalam dua hari dengan lama pencelupan 3-5 menit.

Saat pemberian pakan, jangan Anda tinggalkan. Perhatikan dengan teliti, berikan secara sedikit demi sedikit. Bila si cantik tidak tertarik, hentikan pemberian untuk sementara. Berikan lagi di lain waktu, karena si cantik biasanya butuh waktu untuk beradaptasi dengan makanan perdananya.

Cara Budidaya Lobster Air Tawar

Cara Budidaya Lobster Air Tawar




Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Lobster air tawar biasanya hidup di danau, rawa atau sungai. Ar tawar, yang terletak di kawasan perairan papua nugini dan Australia. Umumnya tempat hidup (habitat) lobster air tawar memiliki ciri-ciri khusus, seperti sungai yang tepinya dangkal dan bagian dasarnya terdiri atas Lumpur, pasir dan bantuan. Suhu untuk pertumbuhan lobster adalah 26 – 31 oC. Dengan kandungan oksigen terlarut (DO) 3-5 ppm, PH 6 – 8,5. Cara yang sangat sederhana untuk kolam yang akan diisi air hendaknya diendapkan terlebih dahulu selama 1 hari 1 malam dengan tambahan suplay oksigen terlarut seperti pompa atau aerator yang juga berfungsi agar ph air menjadi naik atau stabil dikisaran 7 dan oksigen terlalut akan naik sampai 4-5 ppm dan untuk suhu tuntuk iklim seperti di Indonesia ini tidak terlalu berpengaruh nyata.

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Lobster air tawar biasanya hidup di danau, rawa atau sungai. Ar tawar, yang terletak di kawasan perairan papua nugini dan Australia. Umumnya tempat hidup (habitat) lobster air tawar memiliki ciri-ciri khusus, seperti sungai yang tepinya dangkal dan bagian dasarnya terdiri atas Lumpur, pasir dan bantuan. Suhu untuk pertumbuhan lobster adalah 26 – 31 oC. Dengan kandungan oksigen terlarut (DO) 3-5 ppm, PH 6 – 8,5. Cara yang sangat sederhana untuk kolam yang akan diisi air hendaknya diendapkan terlebih dahulu selama 1 hari 1 malam dengan tambahan suplay oksigen terlarut seperti pompa atau aerator yang juga berfungsi agar ph air menjadi naik atau stabil dikisaran 7 dan oksigen terlalut akan naik sampai 4-5 ppm dan untuk suhu tuntuk iklim seperti di Indonesia ini tidak terlalu berpengaruh nyata.

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Lobster air tawar biasanya hidup di danau, rawa atau sungai. Ar tawar, yang terletak di kawasan perairan papua nugini dan Australia. Umumnya tempat hidup (habitat) lobster air tawar memiliki ciri-ciri khusus, seperti sungai yang tepinya dangkal dan bagian dasarnya terdiri atas Lumpur, pasir dan bantuan. Suhu untuk pertumbuhan lobster adalah 26 – 31 oC. Dengan kandungan oksigen terlarut (DO) 3-5 ppm, PH 6 – 8,5. Cara yang sangat sederhana untuk kolam yang akan diisi air hendaknya diendapkan terlebih dahulu selama 1 hari 1 malam dengan tambahan suplay oksigen terlarut seperti pompa atau aerator yang juga berfungsi agar ph air menjadi naik atau stabil dikisaran 7 dan oksigen terlalut akan naik sampai 4-5 ppm dan untuk suhu tuntuk iklim seperti di Indonesia ini tidak terlalu berpengaruh nyata.

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Lobster air tawar biasanya hidup di danau, rawa atau sungai. Ar tawar, yang terletak di kawasan perairan papua nugini dan Australia. Umumnya tempat hidup (habitat) lobster air tawar memiliki ciri-ciri khusus, seperti sungai yang tepinya dangkal dan bagian dasarnya terdiri atas Lumpur, pasir dan bantuan. Suhu untuk pertumbuhan lobster adalah 26 – 31 oC. Dengan kandungan oksigen terlarut (DO) 3-5 ppm, PH 6 – 8,5. Cara yang sangat sederhana untuk kolam yang akan diisi air hendaknya diendapkan terlebih dahulu selama 1 hari 1 malam dengan tambahan suplay oksigen terlarut seperti pompa atau aerator yang juga berfungsi agar ph air menjadi naik atau stabil dikisaran 7 dan oksigen terlalut akan naik sampai 4-5 ppm dan untuk suhu tuntuk iklim seperti di Indonesia ini tidak terlalu berpengaruh nyata.

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu



Lobster air tawar
biasanya hidup di danau, rawa atau sungai. Ar tawar, yang terletak di kawasan perairan papua nugini dan Australia. Umumnya tempat hidup (habitat) lobster air tawar memiliki ciri-ciri khusus, seperti sungai yang tepinya dangkal dan bagian dasarnya terdiri atas Lumpur, pasir dan bantuan.
Suhu untuk pertumbuhan lobster adalah 26 – 31  oC.
Dengan kandungan oksigen terlarut (DO) 3-5 ppm,
PH 6 – 8,5.
Cara yang sangat sederhana  untuk kolam yang akan diisi air hendaknya diendapkan terlebih dahulu selama 1 hari 1 malam dengan tambahan suplay oksigen terlarut seperti pompa atau aerator yang juga berfungsi agar ph air menjadi naik atau stabil dikisaran 7 dan oksigen terlalut akan naik sampai 4-5 ppm dan untuk suhu tuntuk iklim seperti di Indonesia ini tidak terlalu berpengaruh nyata.

 
Cara Budidaya Lobster Air Tawar di Rumah ( Peluang Usaha Menjanjikan )- Budidaya Lobster Air Tawar . Salah satu olahan dari makanan hasil laut yang memiliki citarasa tinggi adalah lobster. Meski satu porsi lobster bisa dihargai sampai dengan ratusan ribu rupiah, namun rupanya tidak menurunkan minat konsumen untuk membeli sajian kuliner yang tergolong mewah ini. Pada kenyataannya pasokan lobster ternyata masih kurang bila dibandingkan dengan tingkat permintaan dari para pengusaha restoran seafood. 
Oleh karena itu, budidaya lobster bisa menjadi peluang bisnis yang menggiurkan bagi Anda yang ingin terjun ke dunia wirausaha. Budidaya lobster bisa dilakukan dengan air tawar di sekitar halaman rumah. Berikut ini beberapa tips bagi Anda yang ingin mencoba berbisnis lobster air tawar. Untuk lebih jelasnya berikut informasi selengkapnya mengenai Cara Budidaya Lobster Air Tawar di Rumah (Peluang Usaha Menjanjikan)
 
Cara Budidaya Lobster Air Tawar di Rumah ( Peluang Usaha Menjanjikan )
Syarat hidup Lobster Air Tawar 
 Lobster Air Tawar  biasanya bisa bertahan hidup pada parameter air cukup lebar. LAT juga toleran pada jumlah oksigen terlarut yang rendah. Namun, untuk bisa tumbuh dengan baik dalam kondisi seperti ini tentunya cukup sulit. Agar bisa tumbuh dengan baik, LAT membutuhkan kandungan oksigen terlarut diatas 4 ppm. Selain itu, Lobster Air Tawar   cukup toleran pada suhu yang sangat dingin sampai suhu panas diatas 35 °C sekalipun. Namun sebagai saran, sebaiknya LAT dipelihara dalam suhu sekitar 25-29 °C. 
Sedangkan untuk tingkat keasaman air, Lobster Air Tawar 
dapat hidup dalam perairan yang kisaran pH-nya sedikit alkalin yakni antara 7-9. Lobster Air Tawar  jarang sekali dijumpai hidup pada perairan dengan dengan pH dibawah 7. Untuk kandungan kapur yang diperlukan bagi media hidup LAT adalah sedang sampai tinggi. Kondisi ini perlu dikondisikan untuk menjaga kadar kalsium terlarut tetap tinggi sehingga mendukung pembentukan cangkang LAT.
Media hidup Lobster Air Tawar 
Media yang bisa digunakan untuk pembudidayaan Lobster Air Tawar  sangat bervariasi. Umumnya LAT diternakkan secara extensif dalam kolam tanah. Dalam budidaya extensif, peternak lobster hanya meletakkan indukan dalam kolam tersebut ketika kolam dikeringkan. Lobster yang ukurannya sudah mencapai ukuran komersial kemudian dijual sedangkan sisanya dikembalikan lagi ke dalam kolam tanah. Sedangkan pada proses budidaya intensif, peternak mulai memberikan pakan pada lobster dengan bermacam sayur-sayuran termasuk diantaranya pakan komersil. Hasil yang diperoleh menggunakan budidaya intensif mampu memberikan hasil lebih baik daripada budidaya secara extensif.  Selain kolam tanah, media lain untuk budidaya lobster biasanya berupa kolam fiber / tank atau kolam semen. Kolam fiber maupun kolam semen banyak digunakan dalam pembesaran burayak. Di Indonesia sendiri,budidaya Lobster Air Tawar   banyak ditemukan pada skala rumahan saja, utamanya pada pembenihan.
Proses Pembenihan Lobster Air Tawar 
Membedakan jantan dan betina
  • Sebelum melakukan pembenihan pembudidaya lobster harus dapat mengetahui terlebih dulu perbedaan antara lobster jantan dan betina. Cara membedakan kelamin yang paling muda adalah menggunakan teknis visual dari atas.Lobster jantan dapat di lihat jika pada capik sebelah luarnya terdapat bercak berwarna merah. Namun, tanda merah itu baru muncul ketika lobster berumur 3-4 bulan atau setelah lobster berukuran 3 inc (7 cm). Tanda merah ini juga merupakan tanda lobster jantan telah siap kawin (matang gonad). Sedangkan pada lobster betina di bagian yang sama tidak tampak tonjolan (penis). Ciri lobster betina adalah terdapat lubang pada pangkal kaki ketiga dari bawah (ekor). Lubang tersebut adalah kelamin lobster betina dan tempat mengeluarkan telurnya.
Pemilihan Induk Lobster air Tawar 
  • Pilih indukan yang berukuran di atas 4 inci (10 cm) atau berumur di atas 5-6 bulan karena lobster seperti ini akan memiliki jumlah anakan cukup banyak.
Tips memilih calon indukan yang berkualitas;
a. Pilih indukan yang pertumbuhannya paling cepat di antara lobster-lobster yang lain
b. Beli indukan di tempat penjual indukan yang telah bersertifikat
c. Perhatikan kelaminnya, jangan pilih lobster yang ”banci”. Pasalnya ada indukan yang mempunyai indukan betina, tetapi juga memiliki kelamin jantan (sering di sebut dengan lobster banci). Lobster tersebut kemungkinan besar tidak bisa bertelur
d. Pilih lobster yang badannya gemuk. Hindari memilih indukan yang kepalanya besar tetapi tubuh dan ekornya kecil. Ciri tersebut menandakan lobsterkurang makan.

e. Kawinkan lobster minimum ketika berumur 4 inci atau kira-kira berumur 5-6bulan. Semakin kecil (muda) lobster di kawinkan, pertumbuhan anakannya akan selalu lambat. Misalnya, jika mengawinkan lobster ukuran 3 inci (7,5cm) dan 4 inci (10 cm) akan jauh lebih cepat daripada yang 3 inci. Namun,
bukan berarti ukuran tubuh anakan lobster 3 inci tidak bisa melebihi tubuh induknya. Lobster tersebut tetap bisa tumbuh melebihi induknya tetapi  prosesnya lebih lambat. Lobster ukuran 3 inci memiliki jumlah telur 15 maksimum 50 butir, sedangkan lobster berukuran 4 inci bisa menghasilkan telur 200 butir.
f. Calon indukan lobster berkualitas bisa didapat dengan cara memisahkan lobster jantan dan betina ketika mereka berukuran 2 inci (5 cm). Paling bagus baru di kawinkan setelah masing-masing mencapai ukuran minimum
4 inci (10 cm).
g. Perlu juga diketahui asal usul lobster atau keluarganya pilih jenis lobster yang murni dari spesies tertentu agar pertumbuhan anakan lobster lebih baik

3. Mengawinkan Lobster
Gabungkan indukan jantan dan betina lobster menjadi satu dalam suatu media akuarium yang berukuran 1x 0,5 meter tinggi 25 cm bisa di masukan sekitar 5 lobster betina dan 3 lobster jantan. Satu jantan prinsipnya mampu membuahi 30 betina tetapi dalam perkawinan di akuarium digunakan 3 lobster jantan karena dalam perkawinan tersebut lobster betina lebih dominan dalam memilih pasangan yang cocok sehingga jika hanya ada 1 ekor lobster jantan di dalam akuarium, kemungkinan ke 5 lobster betina untuk kawin dan bertelur semua menjadi lebih kecil.

Kebiasaan lobster dalam melakukan perkawinan saling mencari kecocokan. Ketika mengawinkan lobster, ukuran tubuh lobster jantan dan betina tidak harus sama karena di habitat aslinya, lobster jantan memang
memiliki tubuh lebih besar daripada lobster betina.
Jika media perkawinan menggunakan akuarium ukuran 1x 0,5 x 0,5 meter, letakan minimum 8 buah pipa paralon berdiameter 2 inci dan panjang 15-20 cm, tergantung pada ukuran indukan. Indukan berukuran 4 inci, panjang paralon yang di gunakan 15 cm dan indukan dengan ukuran 5-6 inci panjang paralonnya 20 cm. Dua minggu setelah lobster jantan dan betina di gabungkan biasanya sudah ada indukan bertelur.

Lobster dalam masa perkawinan akan saling berhadap-hadapan membentuk formasi huruf Y. Lobster jantan akan mengeluarkan sperma dan meletakannya di dekat pangkal ke dua kaki lobster betina. Sperma tersebut berwarna putih, menggumpal, agak keras, dan larut ke air. Setelah di buahi, lobster betina akan menyingkir dari lobster jantan sampai perlahan-lahan mengeluarkan telurnya dari
lubang pangkal kaki ketiga melewati sperma lalu turun ke ekor atau abdomennya. Telur di kumpulkan didalam abdomennya sambil ekornya menutup rapat selama seminggu pertama.

4. Pemindahan Induk Pengeraman dan Penetasan Telur16

Setelah minggu ke-2 atu ke-3 telur baru dapat menempel dengan baik di kakirenangnya, dan si betina akan berjalan keliling dengan ekor terbuka sehingga telurnya dapat terlihat. Dalam keadaan seperti ini induk dapat dipindahkan dari akuarium perkawinan, ke kolam penetasan yang berukuran 1x 2 meter, atau ke kolam penetasan masal menggunakan kurungan keranjang. Resiko meletakan induk ke dalam akuarium adalah harus memindah-mindahkan lagi, karena setelah satu bulan harus di pisah-pisahkan lagi ke dalam akuarium

Ciri Ciri Proses Pematangan Telur :
a. Minggu kedua bentuk telur masih bulat
b. Minggu ketiga mulai terlihat dua bintik hitam pada telur. Binitk hitam tersebut merupakan embrio
c. Minggu keempat, capit, sungut, dan kakinya mulai tumbuh. Pada fase ini, lobster masih belum bisa mandiri. Jika fase ini telur rontok dari induknya kemungkinan besar embrio tersebut akan mati. Ketika menempel di kaki renang induknya, ibunya akan dengan telaten merawat embrio tersebut dengan cara menggoyang-goyangkan kaki renangnya untuk memberikan oksigen pada anak-anaknya, sering kali si induk akan merapikan telurnya menggunakan kaki jalannya.

d. Minggu kelima hampir seluruh kuning telur sudah habis. Ketika, embrio mulai lepas satu persatu dari induknya untuk mencari makanan sendiri.

Meskipun sudah lepas, embrio bisa saja menempel ke kaki renang induknyasehingga ketika anakan sudah lepas sekitar 70%, sisanya sebanyak 30% yangmasih menempel sebaiknya dirontokan saja karena di khawatirkan nalurinkeibuannya sudah hilang akibat terlalu lama menggendong telur.
Setelah bersih, si induk betina dipindahkan ke akuarium lain untuk istirahat selama dua minggu sampai berganti kulit. Tujuannya, jika berganti kulit, ukuran lobster menjadi semakin besar, sehingga semakin banyak juga jumlah anakan yang dihasilkan pada penetasan berikutnya karena semakin besar tubuh lobster betina, kapasitas penyimpanan telurnya akan bertambah besar. Semakin bertambah usia dan ukuran lobster, jumlah telurnya terus bertambah, tetapi frekuensi bertelurnya menjadi lebih jarang. Ketika sedang dalam masanistirahat panjang (1 bulan), ada kemungkinan induk sudah matang gonad. Induk seperti ini dapat mengeluarkan telur sendiri tanpa dibuahi. Namun, telur yang dihasilkan adalah telur kosong sehingga ketika induk menggendong telur selama 1-2 minggu dan merasakan bahwa telur yang digendongnya tidak ada pertumbuhan maka telur tersebut akan dimakannya.
Apabila air ditempat perkawinan dan air ditempat penetasan memiliki perbedaan suhu dan pH, letakan terlebih dulu lobster yang sedang bertelur tersebut 17 kedalam baskom yang diisi dari akuarium perkawinan baru kemudian dipindahkan kekolam penetasan dengan dipercik-percikan air kolam supaya suhu dan pH air di baskom stabil.
5. Pemeliharaan Benih
Setelah menetas, anakan lobster tidak cocok diberi makanan dari jenis sayuran  dan umbi-umbian sebaiknya merekan diberi cacing sutera atau cacing beku sehingga bisa memacu pertumbuhan denga baik. Jumlah pakan yang diberikan sebaiknya 3% dari berat badannya. Pada pagi hari pakan yang diberikan sebanyak 2% dan sore hari
75%.
6. Kematian Benih Lobster
Kematian benih biasa dipicu oleh kegagalan dalam pergantian kulit yang pertama kali. Meskipun demikian, perlu diperhatikan adanya bahaya pencemaran racun yang bisa muncul, misalnya racun bekas semprotan (fogging) DemammBerdarah Dengue (DBD). Maka dari itu sebelum penyemprotan sebaiknya semua media ditutup dengan plastik, apabila perlu matikan aeratornya.
7. Panen Benih
Dalam pemanenan benih berukuran 1-2 cm alat yang digunakan adalah ember
plastik scoopnet berukuran 20 x 10 cm. Sementara itu saat yang baik untuk
pemanenan adalah sebelum jam 9 pagi berada dilingkungan terbuka, kualitas dan
parameter air yang digunakan harus sama dengan air dalam akuarium agar benih
tidak menjadi stres. Sebaiknya air yang digunakan berupa air baru, bukan dari
akuarium karena biasanya telah kotor. Perlu diketahui, tingkat sensitifitas benih
berukuran 20 hari terhadap perubahan lingkungan drastis lebih tinggi dibandingkan
dengan ukuran lebih besar.
8. Simulasi Usaha Pembenihan
Simulasi usaha yang dilakukan dilahan pekarangan rumah dengan menggunakan
bak tembok adalah sebagai berikut :
a) Luas keseluruhan 100 m2
- Lahan perawatan induk seluas 30 m2
.
- Lahan pemijahan 20 m2
.
- Lahan pembenihan 40 m2
- Lahan untuk tendon air dan lain-lain 10 m2
.
b) Wadah pembenihan berupa bak tembok dengan ukuran 1 m x 1 m x 1 m
sebanyak 35 bak
c) Sarana dan prasarana
1) Prasarana
- Pengadaan induk 30 pasang. Perbandingan induk jantan dan betina
1 : 3.18
- Perbaikan/pembuatan kolam.
- Pengadaan peralatan :
o Thermometer.
o pH meter
o Water heater.
o Pompa air dan aerator
2) Sarana
- Pakan
- Pakan induk berupa pellet dengan kandungan protein 30%
sebanyak 2-3% berat ikan. Frekuensi pemberian pakan sebanyak
3 kali. Selama induk di kolam perawatan diberi pakan pelet
dengan penambahan pakan alami, seperti tauge dan cincangan
wortel.
- Pakan larva berupa plankton dari jenis daphnia, klorela, tubefix,
rotifer sebanyak 1% dari berat biomas.
- Pakan benih berupa pakan alami, seperti cacing.
d) Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk operasional 1 orang
e) Jumlah induk jantan 30 ekor dan induk betina 90 ekor.
f) Frekuensi pemijahan 3 kali setahun.
g) Jumlah benih yang dihasilkan dari 90 ekor induk betina yang bertelur 1.000
butir dengan SR 80% dan frekuensi pemijahan 3 kali adalah 90 x 1.000 x 3 x
80% = 216.000 ekor per tahun.
h) Siklus periode pembenihan lobster 2-3 bulan.
B. Pembesaran
Pembesaran lobster air tawar bertujuan untuk mendapatkan lobster dewasa yang
siap dikonsumsi, untuk mendapatkan indukan dan untuk dijadikan lobster hias.
Pembesaran lobster sangat berhubungan dengan laju pertumbuhan. Semakin tinggi laju
pertumbuhannya, waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan lobster ukuran konsumsi
akan semakin pendek.
Pertumbuhan pada lobster dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pertumbuhan
mutlak dan pertumbuhan nisbi. Pertumbuhan mutlak yaitu ukuran rata-rata yang
dicapai oleh lobster dalam satuan waktu tertentu. Sementara pertumbuhan nisbi
didefinisikan sebagai ukuran panjang apa berat yang dicapai dalam periode tertentu
yang di hubungkan dengan panjang atau berat pada awal periode tersebut.
Secara umum, pertumbuhan di pengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan
faktor eksternal. Faktor internal meliputi sifat genetis dan kondisi fisiologi. Sementara 19
faktor eksternal berkaitan dengan lingkungan yang menjadi media pemeliharaan, antara
lain kimia air, substrak dasar, suhu air, dan ketersediaan pakan.
Dalam pembesaran, pilih benih yang berjenis kelamin jantan saja karena
pertumbuhannya lebih cepat daripada yang betina apalagi ketika memasuki tahap
pembesaran energi yang dimiliki lobster betina tidak hanya untuk membesarkan
dagingnya, tapi juga untuk memelihara telurnya.
1. Persiapan Kolam
Wadah pembesaran lobster perlu dibersihkan dari zat beracun terutama bagian
dasar kolam umumnya, zat beracun berasal dari polutan pakan dan bangkai lobster
pada periode pemeliharaan sebelumnya. Untuk membersihkannya, lapisan tanah
yang berbau tersebut dikerok dan dibuang. Selanjutnya, kolam dikeringkan dan
dipupuk seperti pada persiapan pembenihan.
2. Persiapan Instalasi/infrastruktur Kolam
Sebelum kolam diisi dengan benih, sebaiknya sistem pemasukan dan
pengeluaran air sudah bisa di operasikan. Jumlah dan jenisnya perlu disesuaikan
dengan jumlah benih yang akan ditebar. Sistem aerasi dan sirkulasi air sudah dapat
bekerja dengan baik.
1. Persiapan Benih
Rekondisi pertama dilakukan dengan mencipratkan air pada benih pada
sebuah wadah, misalnya ember. Pencipratan dilakukan pada seluruh tubuh
benih, terutama insang. Kolam karantina diaerasi kuat dan diusahakan kondisi
kolam gelap (diberi penutup). Rekondisi dilakukan selama 1-2 hari.
Sebelum menebar benih, hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut;
1) Cek kualitas air, terutama suhu, pH, dan DO. Pastikan suhu air berkisar
26-290
C, pH 7-8, dan DO sekitar 4 ppm
2) Cek kondisi kolam jangan sampai masih ada kebocoran
3) Sistem aerasi sudah berjalan dengan baik. Areator atau blower harus
sudah dinyalakan 24 jam sebelum ditebar
2. Menebarkan Benih
Jika media pembesaran berupa kolam semen, bagian atas kolam tersebut
sebaiknya diaci apa dikeramik atau paling tidak 10-20 cm bagian paling atas dari
wadah pembesaran harus dibuat licin. Untuk kolam tanah, bagian pinggirnya
harus diberi pagar dari karpet talang air selain itu, selang masuknya air atau
kabel listrik sebaiknya dimasukan ke dalam pipa paralon agar tidak dijadikan
sebagai tempat memanjat lobster. 20
Ukuran benih yang akan ditebar sebisa mungkin seragam. Namun
mendapatkan benih yang demikian memang agak sulit. Oleh karenanya,
perbedaan ukuran benih masih bisa ditoleransi hingga tidak lebih dari 10 gram.
Tingkat kepadatan dalam penebaran berkisar 5-10 ekor/m2 dengan masa
pemeliharaan 6-8 bulan. Kepadatan tinggi dapat meningkatkan mortalitas atau
memperlambat laju pertumbuhan. Benih ditebar dengan cara meletakannya
diatas permukaan kolam tanah/ semen. Jangan sekali-kali menebar benih
dengan cara dilempar karena dapat merusak organ dalam dan organ luar.
3. Pemberian pakan
Lobster adalah jenis hewan omnivora atau hewan pemakan segala.
Sebaiknya, makanan untuk lobster diberikan dalam kondisi mentah, baik itu
sayuran maupun daging. Lobster makan didasar kolam, sehingga makanan harus
ditenggelamkan ke dasar kolam. Pakan lain yang cuckup baik di beri untuk
lobster adalah daging, cacing sutera dan blood worm. Namun, jika cacing sutera
atau cacing tanah diberikan harus ada perlakuan khusus.Ketika baru diambil dari
sungai atu baru dibeli dari pedagang harus diendapkan terlebih dahulu selama
satu hari. Tujuannya agar cacing membuang kotoran didalam perutnya sehingga
yang tersisa hanya dagingnya. Para pembudidaya pemula disarankan
menggunakan cacing beku untuk pakan lobster-lobsternya.
Dalam sehari, pakan yang diberikan sebanyak 3% dari berat badan lobster.
Pakan tersebut diberikan dua kali sehari, yakni pagi hari pukul 07.00 - 10.00
pakan sebnayak 25% dan sore hari pada pukul 17.00 sebanyak 75%. Persentase
pemberian makan malam lebih banyak karena lobster termasuk hewan
nokturnal yang aktif pada malam hari.
Cara lain untuk mengetahui jumlah pakan yang akan diberikan adalah dengan menetapkan target pertumbuhan yang diinginkan secara periodikal, kemudian menghitung kebutuhan pakan yang menunjang pertumbuhan tersebut. Cara ini sangat bermanfaat untuk mengetahui secara logis antara
pertumbuhan dengan pakan yang dapat dijadikan pola yang lebih terukur.

4. Pertumbuhan Benih
Pertumbuhan erat kaitannya dengan konsumsi pakan, lingkungan tumbuhan dan faktor genetis. Pemberian pakan memegang peranan yang paling
tinggi. Dengan pemberian pakan yang sesuai, pertumbuhan lobster bisa diprediksi. Semakin besar atau bertambahnya umur lobster, tingkat
Perbedaan jenis kelamin
pertumbuhannya akan semakin menurun (persentase pertumbuhannya semakin kecil).21
5. Pencegahan Hama dan Penyakit
Meskipun lobster air tawar termasuk tahan terhadap serangan hama dan
penyakit karena kulitnya yang keras dan tebal, tetapi kewaspadaan tetap saja
diperlukan. Beberapa penyakit yang sering menyerang lobster dan
menyebabkan kematian adalah sebagai berikut :
1) Saprolegnia dan Achyla
Kedua pathogen ini menyerang jaringan luar lobster dan menyerang
telurnya. Mereka dapat menghambat pernapasan lobster sehingga telur
akan mati dan tidak menetas. Tanda lobster terserang penyakit ini adalah
pada tubuhnya ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas.
Cendawan ini menyebabkan nafsu makan lobster menurun dan akhirnya
mati. Cara mengatasi Saprolegnia sp adalah dengan merendam lobster yang
terinfeksi ke dalam Malachite Green 2-3 ppm selama 30-60 menit.
2) Cacing jangkar
Cacing Lernea cyprinacea dan Lernaea carasii menembus jaringan tubuh
dengan kaitnya yang menyerupai jangkar. Bagian insang pada lobster yang
terjangkit tampak dihuni cacing dan terdapat cairan atau lender yang
memanjang. Akibatnya, lobster kekurangan darah kehilangan bobot tubuh,
dan kemudian mati. Cacing jangkar dapat diatasi dengan merendam lobster
yang terinfeksi kedalam larutan garam (20 gram garam dilarutkan ke dalam
1 liter air) selama 10-20 menit.
3) Argulus foliaceus
Serangan argulus pada lobster ditandai dengan adanya bintik merah
pada tubuh. Racun argulus ini menyebabkan kematian pada lobster akibat
anemia dan kehilangan banyak darah. Racun yang melukai kulit bisa
mengundang infeksi saprolegnia yang semakin menambah penderitaan
lobster. Penyakit ini bisa diatasi dengan merendam lobster kedalam 1
mililiter Lysol yang dilarutkan dalam 5 liter air selama 15-60 detik. Setelah
itu, rendam lobster ke dalam sodium permanganate sebanyak 1 gram yang
dilarutkan dalam 100 liter air selama 1,5 jam. Pemberiaan Neguvon,
Masoten, dan Lindane dilakukan jika serangan telah mencapai stadium
puncak karena ketiganya bersifat racun yang justru bisa membahayakan
lobster.
4) Larva cybister (ucrit)
Larva cybister (ucrit) adalah hewan yang bentukya seperti ulat,
tubuhnya berwarna agak kehijauan, dan panjangnya dapat mencapai 2 cm.
hewan ini memiliki gigi taring yang terletak di kepala sebagai alat untuk
menggigit mangsanya. Sementara di bagian tubuh belakang, ucrit memilik 22
alat penyengat. Meskipun demikian tubuhnya kaku, tetapi gerakannya
terbilang cepat. Dilihat dari jenis darahnya, larva cybister termasuk hewan
berdarah putih.
5) Linsang
Linsang atau sero adalah hewan berkaki empat, berbulu, dan berekor
panjang. Tubuhnya mirip kucung, tetapi ukurannya lebih panjang. Bila
terkena sinar, matanya mengeluarkan cahaya berwarna biru. Hewan ini
banyak ditemukan di daerah kaki gunung atau daerah berbukit. Tempat
persembunyian sero sangat susah ditemukan.
Sejauh ini, pemberantasan sero masih sulit dilakukan karena sangat
susah ditangkap. Selain itu, penciumannya juga sangat tajam, meskipun
dipancing dengan ikan dan lobster yang sudah diberi racun. Hanya
pencegahan yang baru bisa dilakukan dengan yang dibuat mendadak.
Pencegahan lainnya dengan memagar areal kandang, tetapi cara ini
membutuhkan biaya yang sangat besar.
6. Penyaing
Golongan penyaing (kompetitor) adalah hewan yang menyaingi lobster air
tawar dalam hicdupnya, baik mengenai pakan maupun ruang untuk bergerak.
Keberadaan kompotitor dikolam akan membuat bias dalam perhitungan FCR.
Jumlah pakan yang diberikan ternyata tidak seluruhnya dikonsumsi oleh lobster
air tawar. Penyaing ikut memanfaatkan pakan yang di tebar oleh pembudidaya.
hitungan FCR menjadi lebih tinggi.
Beberapa jenis penyaing yang sering hidup bersama lobster air tawar
dikolam itu yaitu bangsa siput, seperti trisipan dan concong, ikan liar seperti
mujair, ketaman-ketaman serta udang kecil-kecil.
Untuk mengendalikan beberapa kompetitor ini, perlu dilakukannya upaya
pemberantasan agar tidak bersaing dalam mendapatkan pakan dengan lobster
air tawar. Berikut ini adalah cara yang bisa dilakukan dalam pemberantasan
kompotitor:
1) Biji Teh
Bungkil biji teh adalah ampas yang dihasilkan biji teh yang diperas
minyaknya. Sejauh ini, biji teh banyak diproduksi dicina. Kadar saponin
dalam setiap bungkil biji teh tidak sama tetapi biasanya dengan 150-200 kg
bungkil biji teh per hektar kolam, sudah cukup relatif mematikan ikan liar
atau buas tanpa mematikan lobster air tawar yang dipelihara.
Dosis yang digunakan sekitar 200-250 kg/ha kolam. Sebelum ditebar,
volume air dalam kolam dikurangi hingga 1/3-nya saja. Dengan demikian, 23
dosis yang digunakan saponin menjadi lebih encer. Penggunaan bungkil ini
akan lebih efektif jika dilakukan pada siang hari, pukul 12.00 atau 13.00
Sebelum digunakan, bungkil ditumbuk dulu menjadi tepung, kemudian
direndam didalam air selama beberapa jam atau semalam. Setelah itu, air
tersebut dipercik-percikan kedalam tambak, sementara menabur bungkil,
aerasi dalam kolam dihidupkan agar saponin teraduk merata. Hal yang perlu
di antisipasi yaitu air buangan yang telah diberi saponin. Air buangan
dipastikan telah bebas dari residu saponin karena bila tidak, bisa bersifat
racun bagi lingkungan sekitar.
2) Rotenon dari akar deris (tuba)
Akar deris dari alam mengandung 5-8% Rotenon.Akar yang masih kecil
lebih banyak mengandung rotenone. Zat ini dapat membunuh ikan pada
kadar 1-4 ppm, tetapi batas yang mematikan lobster air tawar tidak jauh
berbeda.
3) Nikotin
Ikan liar, ikan buas, dan siput dapat diberantas dengan nikotin pada takaran 12-15 kg/ha. Selain nikotin, kompetitor dapat di berantas dengan sisa-sisa tembakau berdosis 200-400 kg/ha. Sisa ditebarkan dikolam sesudah tanah dasar dikeringkan dan kemudian diairi setinggi 10 cm. Setelah ditebarkan, sisa tembakau dibiarkan selama 2-3 hari agar racun nikotinnya dapat membunuh kompetitor. Sementara airnya dibiarkan sampai habis menguap selama 7 hari. Setelah itu, kolam dialiri lagi tanpa dicuci dulu
sebab sisa tembakau sudah tidak beracun lagi dan dapat berfungsi sebagai
pupuk.
7. Penyaing
Tidak ada salahnya juga, hama seperti tikus air, burung, dan kucing juga harus diwaspadai. Perlu diketahui bahwa kematian lobster umumnya tidak murni disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Kegagalan dalam pergantian kulit (moulting) pertama dapat mematikan lobster. Insang padalobster yang memaksakan diri untuk berganti kulit biasanya akan lepas dan lobster akan mati seketika itu juga. Hal ini bisa diatasi dengan meningkatkan pasokan oksigen terlarut dalam air. Terutama sebelum dan sesudah pergantian kulit berlangsung.
8. Pencagahan
Beberapa cara yang dilakukan untuk mencegah adanya serangan hama di lokasi pembudidayaan lobster air tawar sebagai berikut :24
a) Mengeringkan bak atau kolam yang akan digunakan sehingga hamahama
mati.
b) Melakukan pengapuran pada saat persiapan kolam atau bak.
c) Memasang saringan pada pintu masuk sehingga hama tidak masuk ke kolam.
d) Melakukan filterisasi, yakni air yang masuk ke areal kolam harus melalui
filter terlebih dahulu sehingga bibit-bibit hama yang masih kecil dapat
tertahan oleh filter tersebut.
e) Memberantas hama, baik secara mekanik, biologis, maupun secara
kimiawi.
f) Memberi pagar pada seputaran areal kolam setinggi 60 cm. Bahan pagar
yang digunakan yaitu seng, semen, atau jaringan.
Sementara upaya pencegahan terhadap datangnya serangan penyakit
dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
a) Mengeringkan kolam atau bak untuk memotong siklus hidup penyakit.
b) Mengapur kolam sebelum penebaran benih sehingga dapat membunuh
hama dan penyakit, selain itu juga dapat meningkatkan pH.
c) Menjaga kualitas air agar parameternya tetap pada kondisi normal.
d) Menjaga kebersihan sekitar areal perkolaman
e) Melakukan penebaran dengan padat tebar yang optimal dan ukuran
yang seragam untuk menurunkan tingkat kanibalisme.
f) Melakukan penanganan yang baik agar tidak menimbulkan luka pada tubuh lobster.
g) Menghindari masuknya binatang-binatang pembawa penyakit, seperti burung, dan siput.
9. Pemanenan
Pemanenan lobster air tawar dilakukan ketika ukurannya telah mencapai ukuran standar yang diminta pasar. Saat ini, ukuran yang banyak diminta pasar sekitar 10-12 ekor/kg atau 85-100 gram. Semakin besar ukuran, semakin dicari oleh pasar. Permintaan pasar oleh lobster air tawar tidak hanya semata-mata hanya pada ukuran. Keutuhan capit juga menjadi syarat yang mutlak untuk diterima pasar. cara memanen lobster tergantung pada sistem kolam yang digunakan.

1) Pemanenan pada kolam sistem monik
Kolam sistem monik memiliki saluran pembuangan dari papan. Sementara pada bagian dasarnya memiliki kemalir yang kedalamnya melebihi dasar kolam lainnya. Jenis kolam ini bisa digunakan untuk 25
pembenihan maupun pembesaran lobster air tawar. Cara pemanennya
sebagai berikut ;
a) Pasang saringan didepan pintu pengeluaran (monik).
b) Cabut papan monik yang paling atas dan biarkan airnya terbuang hingga mencapai ketinggian papan dibawahnya. Cabut papan kedua dan biarkan air terbuang.
c) Siapkan ember yang telah berisi air. Sebaiknya ember diisi dengan air yang berasal dari kolam agar suhu dan pH nya sama ketika dipindahkan, bibit tidak terlalu stres.
d) Sambil menunggu air surut, angkat subtract. Bibit-bibit akan menempel pada subtract. Masukan subtract dengan bibit kedalam ember.
e) Jika telah penuh dengan subtract, pindahkan bibit beserta dengan subtractnya ke hapa yang dipasang tidak jauh dari tempat pemanenan.
f) Bila airnya sudah surut lagi, cabut papan ketiga agar airnya lebih surut. Biasanya bibit yang tidak menempel pada subtract akan berkumpul di kemalir. Tangkap sisa bibit tersebut menggunakan scoop net, lalu masukan keember atau ke hapa.
2) Pemanenan di kolam bersistem sipon.
Adapun tahap pemanenan lobster air tawar sistem sipon sebagai berikut
;
a) Cabut pipa PVCD yang menghubungkan saluran pembuangan
mendatar. Air akan keluar dengan sendirinya.
b) Pada pintu saluran pembuangan didalam kolam pasang saringan dari jaring agar bibit atau ukuran konsumsi tidak ikut terbuang bersama air.
c) Sambil menunggu air surut, ambil subtract yang terisi oleh lobster air tawar dan masukan kedalam ember
d) Jika embernya penuh, pindahkan lobster tersebut kedalam tempat penampungan.

3) Pemanenan pada kolam Jenis Lain
Kolam jenis lain disini yaitu kolam dengan sistem pembuangan selain sistem sipon dan monik. Biasanya, kolam ini tidak memiliki sistem pembuangan yang baik oleh karenanya, cara pemanenan lobster pada kolam ini sedikit berbeda dengan jenis kolam lainnya. Adapun cara
pemanenan pada kolam sebagai berikut ;26
Cara Budidaya Lobster Air Tawar di Rumah ( Peluang Usaha Menjanjikan ) a. Sambungkan selang pada mesin pompa dan ujung selang dipasang jaring atau kawat ram
b. Masukan ujung selang kedalam dasar dan hidupkan pompa
c. Ketika air sudah mulai surut, ambil lobster beserta subtractnya dan masukan kedalam ember.
d. Jika embernya penuh, pindahkan lobster tersebut kedalam
penampungan



Selamat Mencoba