Mau ternak ulat hongkong cara praktis?
Anda bisa menentukan sendiri, apakah hasil dari beternak ulat hongkong (UH) hanya untuk memenuhi kebutuhan burung-burung piaraan di rumah dan / atau burung-burung dalam kandang penangkaran, atau ingin sebagian / semua hasil budidaya UH dijual ke konsumen.
Dalam artikel ini, Om Kicau sengaja memberikan materi budidaya untuk skala kecil. Kalau sudah menguasai skala kecil, pasti skala sedang maupun skala besar mudah dilakukan. Jadi, intinya menguasai dan mempraktikkan hal-hal yang mendasar dulu.
Sebelum memulai beterbak, sebaiknya persiapkan beberapa bahan yang akan digunakan. Misalnya wadah tempat menyimpan ulat. Wadah ulat ini bisa menggunakan kontainer plastik, baik yang single maupun yang bersusun seperti laci.
Kontainer / wadah plastik untuk beternak ulat hongkong.
—
Berikutnya, siapkan dedak atau bekatul yang menjadi media untuk
berkembang biak dan bertelur bagi ulat hongkong tersebut. Dedak
sekaligus berfungsi untuk mempertahankan kondisi kelembaban sehingga
ulat hongkong tidak mudah mati.Ulat hongkong yang akan diternakkan sebaiknya dipilih yang dewasa, dengan jumlah tergantung ukuran wadah atau kontainer plastik. Boleh juga menggunakan ulat hongkong yang sudah berubah menjadi kumbang (berwarna hitam).
Tenebrio molitor atau kumbang dari ulat hongkong.
—
Terakhir adalah mempersiapkan pakan
untuk ulat-ulat ini. Ulat hongkong adalah larva yang memakan apa saja.
Tetapi untuk tujuan ternak, dan menjaga agar ruangan tempat ia
ditangkarkan tidak mudah berjamur, pakan yang diberikan dapat berupa
sepotong roti, potongan kentang, atau potongan buah-buahan (terutama
apel).Setelah semua bahan sudah tersedia, sekarang kita berlanjut ke beberapa tahap berikut ini :
TAHAP PERTAMA
Masukkan dedak atau bekatul ke dalam wadah atau kontainer plastik, kemudian ratakan pada bagian dasarnya dengan tinggi / tebal lapisan sekitar 1/4 dari ketinggian wadah yang digunakan. Setelah itu, masukkan ulat-ulat yang akan dikembangbiakan. Jadi, dalam penjelasan ini, kita memulainya dari ulat hongkong dewasa, bukan langsung berupa kumbang.
Proses berkembang biak ulat menjadi kumbang membutuhkan waktu lama, dan butuh kesabaran untuk diperoleh hasil optimal. Karena itu, banyak juga yang memulai breeding dengan memasukkan UH yang telah berubah menjadi kumbang agar prosesnya lebih cepat.
Pakan yang diberikan bisa berupa potongan kentang atau potongan buah apel, meski UH bisa menyantap makanan apa saja. Pemberian apel dan kentang dimaksudkan untuk mencegah timbulnya jamur akibat bahan pakan terlalu banyak mengandung air (misalnya sayuran).
Kentang dan apel bisa diberikan sebagai pakan ulat hongkong.
—
Selanjutnya, wadah / kontainer plastik bisa disimpan ditempat yang
gelap dan hangat. Jangan lupa melakukan kontrol setiap hari, terutama
untuk memeriksa ketersediaan pakan, sekaligus membersihkan sampah bekas
makanan atau bekas kulit dari ulat hongkong.TAHAP KEDUA
Setelah disimpan beberapa bulan (sekitar 90 hari), ulat-ulat akan berubah menjadi kepompong. Anda bisa tetap memelihara kepompong dalam wadah yang sama, bisa juga memindahkannya ke wadah / kontainer lain. Maksud pemindahan ini untuk menghindari ulat hongkong yang belum berubah jadi kepompong, karena UH terkadang akan memakan teman-temannya yang sudah jadi kepompong, terutama jika mereka kekurangan pakan. Jadi, jika tetap menggunakan wadah yang sama, pemberian pakan harus ditingkatkan jika.
Ulat hongkong yang sudah berubah menjadi kepompong.
TAHAP KETIGA
Sekitar 10 hari kemudian, kepompong akan menunjukkan perubahan bentuk fisiknya menjadi serangga berwarna putih, yang sebenarnya merupakan calon kumbang. Dari hari ke hari, warna putih ini akan berubah menjadi cokelat. Silakan dikontrol terus sampai warna serangga menjadi hitam, dan itulah yang disebut kumbang (Tenebrio molitor).
Jika sudah menjadi kumbang, Anda bisa memberikan pakan berupa potongan buah-buahan atau potongan roti.
Jika sudah bertelur, tunggu sampai 10 hari, kemudian dilakukan pengayakan terhadap telur-telurnya. Saat mengayak, yang ikut terayak adalah telur dan dedak, namun kumbang tidak ikut terayak. Telur dan dedak dikembalikan ke wadah semula. Adapun kumbang dipindah ke wadah lain, dengan media dedak dan rasio yang sama seperti penjelasan sebelumnya (4 gelas kumbang membutuhkan 2 kg dedak).
Dalam wadah baru, kumbang akan bertelur kembali selama 10 hari. Silakan diayak kembali telur dan dedaknya, sedangkan para kumbang dipindah ke wadah baru. Demikian seterusnya, sampai kumbang sudah tidak bertelur lagi. Tanda kumbang sudah tak bertelur lagi adalah mati dengan sendirinya.
UH umur 50 hari siap panen untuk dijual atau diberikan kepada burung di rumah.
—
Sekarang kita lihat bagaimana siklus hidup ulat hongkong dalam berbagai bentuknya:
Siklus hidup ulat hongkong umumnya berlangsung selama 6 bulan.
—
Dari penjelasan di atas, sebenarnya tenaga yang dicurahkan untuk
beternak ulat hongkong relatif sedikit. Tugas kita hanya sekadar rajin
memonitor perkembangannya, dan tentu saja harus sabar menunggu tahapan
demi tahapan.Semoga bermanfaat.
—
Semoga Bermanfaat

No comments:
Post a Comment